Rabu, 29 November 2017

Nutrisi untuk Anak Autis


https://www.glutenfreegigi.com/the-gluten-free-casein-free-diet-for-autism/
Autis adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut pola bermain, komunikasi, interaksi sosial, gangguan sensoris, aktifitas imajinasi, perilaku dan emosi (Suryana, 2004). Gejalanya mulai tampak sebelum anak berusia 3 tahun. Bahkan pada autistic infantile gejalanya sudah ada sejak lahir. Autis menimbulkan kekhawatiran dan bahkan cenderung berlebihan pada orang tua karena penyandang autis diperkirakan 75-80% berpotensi mengalami retardasi mental, sedangkan 20% dari mereka mempunyai kemampuan yang tinggi dalam bidang-bidang tertentu (Kusumayanti, 2011).

Menurut Adams et al., (2011), anak-anak dengan autisme lebih sering dilaporkan memiliki masalah pada pencernaannya dan lebih parah dari pada anak-anak pada umumnya yang ada di masyarakat. Secara umum anak yang mengalami ganguan autis akan mengalami efek gangguan pada pencernaan, syaraf, dan kekebalan tubuh, mereka tidak bisa mencerna casien yang banyak terkandung dalam susu sapi dan gluten yang banyak terkandung dalam terigu. Hasil olahan yang mengandung gluten adalah semua makanan yang berasal dari tepung terigu, seperti makroni, spageti, mie, ragi serta bahan pengembang kue dan roti. Sedangkan produk olahan yang mengandung casein adalah susu sapi segar maupun susu bubuk, mentega, keju, yogurt, coklat dan ice cream. Penderita autis tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten maupun kasein. Jika tetap mengkonsumsi makanan tersebut, dapat dipastikan kadar morfin yang berasal dari zat-zat tersebut meningkat, kemudian anak terkesan berperilaku seperti morfinis (Fadhli, 2010)

Penyebab Autisme
Penyebab autisme belum diketahui secara pasti, namun ada kemungkinan keterlibatan faktor phykologi, phisiologi dan sosiologi. Para ahli belum sepenuhnya menerima bahwa autis disebabkan fungsi dan struktur otak yang abnormal. Berbagai hal yang dapat menghamat pembentukan sel otak janin yaitu rubella, toxoplasma, herpes, jamur (candida), oksigenasi (perdarahan) atau keracunan makanan. Selain gangguan tersebut, ternyata faktor genetik juga dapat menyebabkan autis dan terdapat gen tertentu yang mengakibatkan kerusakan khas pada sistem limbic atau pusat emosi di jaringan otak (Suryana, 2004).

Suplemen Makanan untuk Anak Autis (Candless 2003; Bernhoft & Buttar 2008; Dufault 2009)
a. Vitamin B6 dan Magnesium
Dibutuhkan dosis harian Vitamin B6 300-50 mg diberikan bersamaan dengan 200 mg magnesium. Manfaatnya mencakup peningkatan pada kontak mata, bertambah minatnya terhadap dunia sekitar mereka, berkurangnya tantrum, dapat meningkatkan kemampuan berbicara, merangsang perkembangan bicara, mendukung sistem imun, proses visual, sensori, dan kemampuan kognitif, mendukung proses detoksifikasi, serta mendukung sistem pencernaan.
b. Seng /Zinc
Penambahan seng berhubungan dengan peningkatan pertumbuhan. Seng juga mengurangi diare kronis serta akut. Dosis yang dibutuhkan yaitu 25-50 mg (2-3 mg per kilogram berat badan), namun jika anak autisme tersebut juga memiliki kadar copper/ tembaga yang tinggi maka dosis seng dapat ditingkatkan karena bermanfaat untuk melawan dan menurunkan kadar tembaganya karena seng dapat berfungsi untuk proses metallothioneine yang diperlukan untuk melawan radikal bebas dan mengeluarkan racun logam berat dari tubuh.
c. Kalsium
Anak-anak yang kekurangan kalsium lebih cenderung menunjukkan sifat mudah tersinggung, mengalami gangguan tidur, amarah dan tidak mampu memberikan perhatian pada sesuatu. Anak-anak membutuhkan kalsium 800-200 mg perhari terutama yang sedang menjalani diet GFCF.
d. Selenium
Selenium bekerja sama dengan vitamin E untuk mencegah radikal bebas. Kekurangan selenium menyebabkan penurunan fungsi imun dan meningkatnya kerentanan pada infeksi karena penurunan kadar sel darah putih. Dosis yang dibutuhkan yaitu 100-200 mcg/hari.
e. Vitamin A
Vitamin A berperan sebagai antioksidan dan meningkatkan imun. Vitamin A dalam bentuk alami dapat ditemukan pada cod liver oil dimana dosis yang dibutuhkan yaitu 5000 IU/hari sehingga dapat meningkatkan fungsi penglihatan, persepsi sensorik, pengolahan bahasa dan perhatian.
f. Vitamin C dan E
Vitamin C bekerja secara sinergis dengan vitamin E sehingga harus diberikan secara bersamaan (Vitamin C 1000 mg/hari atau lebih dan vitamin E 200-600 IU/hari). Vitamin E berfungsi untuk menjaga membran sel dari kerusakan oksidatif, dapat memperbaiki metabolisme dan penerimaan vitamin D serta kalsium, meningkatkan sirkulasi, dan memperbaiki jaringan tubuh.
g. Asam Lemak Essential
Asam lemak Omega-3 berguna dalam perkembangan otak dan pemeliharaan neurotransmitter yang dapat mempengaruhi perilaku dan cara belajar serta meningkatkan perhatian. Asam lemak Omega-3 essential juga membantu meningkatkan respon imun dan membantu melawan inflamasi di sistem pencernaan. EPA (Eicosapentaenoic Acid) 500-1000 mg/hari, DHA (Docosahexaenoic Acid) 250-500 mg/hari dan GLA (Gamma Linolenic Acid) 50-100 mg/hari.
h. Asam amino
Asam amino dapat membangun struktur protein otot, membuat enzim, membuat variasi neurotransmitter otak dan hormon, detoksifikasi dan proteksi antifoksidan. Kekurangan asam amino dapat menyebabkan efek yang merugikan seperti gangguan belajar dan perilaku. Pada anak autisme dibutuhkan 700 mg/hari.

Pemilihan Makanan untuk Anak Autis
Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perilaku hiperaktif pada anak penyandang autis adalah dengan pengaturan makanannya. Makanan untuk anak autis pada umumnya sama dengan anak normal lainnya yaitu sehat dan memenuhi gizi seimbang. Dengan kata lain terpenuhi dari segi energi sebagai zat tenaga (karbohidrat dan lemak), sumber zat pembangun (protein) dan sumber zat pengatur (berbagai vitamin dan mineral) (Kusumayanti, 2011).

Pedoman Pengaturan Makanan pada Anak Autis
1. Makanan seimbang, untuk menjamin agar tubuh memperoleh semua zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perbaikan sel-sel yang rusak dan kegiatan sehari-hari
2. Bebas gluten dan kasein (Gluten free Casein free = CFGF)
Hindari semua produk yang mengandung gluten dank asein. Gluten adalah protein yang secara alami terdapat dalam terigu, oat, dan barley. Sedangkan kasein adalah protein susu. 
3. Memasak menggunakan minyak sayur, minyak jagung, minyak kacang tanah, olive oil, dan sebagainya
4. Konsumsi serat dari sayur dan buah 3-5 porsi/hari
5. Tidak menggunakan food additive
Hindari memberikan makanan dengan zat aditif atau makanan yang mengandung campuran bahan-bahan kimia.
6. Bila anak alergi atau intoleran terhadap makanan tertentu, hindari makanan tersebut
7. Pertimbangkan pemberian suplemen vitamin dan mineral
8. Hindari Junk food
9. Hindari pemberian ikan, terutama ikan laut karena kandungan logam beratnya yang tinggi akibat pencemaran lingkungan
10. Membatasi asupan gula baik gula murni maupun gula buatan
11. Hindari makanan yang diolah dengan proses fermentasi, seperti kecap, tauco, keju, kue yang dibuat dengan menggunakan soda pengembang, makanan yang sudah lama disimpan atau buah-buahan yang dikeringkan, makanan yang dibuat melalui peragian (tempe, roti)
12. Hindari semua jenis jemur segar maupun kering
13. Hindari makanan yang mengandung fenol dan salisilat
(Kusumayanti, 2011; Soenardi & Soetarjo 2009)

Dampak Gluten dan Casein pada Anak Autis
https://mindd.org/diet/gluten-free-casein-free-diet/
Gluten dan kasein tidak diperbolehkan untuk anak autis karena termasuk dalam jenis protein yang sulit dicerna. Enzim pencernaan pada anak autis sangat kurang sehingga membuat makanan yang mengandung gluten dan kasein tidak dapat dicerna sempurna. Pada anak normal, protein yang dikonsumsi akan dipecah menjadi asam amino sehingga dapat digunakan oleh tubuh melalui mekanisme/ jalur metabolism. Namun, pada anak autis protein tidak dapat tercerna dengan sempurna, akibatnya akan terjadi rangkaian protein rantai pendek yang hanya terdiri dari dua asam amino yang disebut peptid. Peptid ini diserap kembali dalam darah dan dibawa ke otak. Di jaringan otak, peptid akan berubah menjadi morfin yang disebut caseomorfin dan gluteomorfin yang 100 kali lebih jahat dari morfin biasa karena sifatnya yang dapat mempengaruhi fungsi susunan syaraf pusat. Selain dapat menimbulkan keluhan diare, juga dapat meningkatkan hiperaktifitas yang bukan hanya berupa gerakan tetapi juga emosi, seperti mengamuk, marah, atau mengalami gangguan tidur (Kusumayanti, 2011).

Panduan Diet CFGF (Kusumayanti, 2011)
https://www.dealwithautism.com/casein-free-gluten-free-diet-for-autism/
1. Minggu Pertama
Hindari makanan dari terigu dalam bentuk mi dan ganti dengan tepung beras (bihun, spaghetti beras atau jagung)
2. Minggu Kedua
Hindari biskuit dari terigu dan ganti dengan biskuit beras
3. Minggu Ketiga
Hindari roti dan ganti dengan camilan berbahan dasar singkong, ubi, kentang
4. Minggu Keempat
Hindari susu sapi dan ganti dengan susu kedele, susu kacang almon, susu dari air beras
5. Minggu Kelima
Hindari makanan yang mengandung banyak gula dan ganti dengan gula palem
6. Minggu Keenam
Atur jadwal makan buah-buahan. Hindari apel, anggur, melon, tomat, stoberi. Pilih yang aman bagi anak autis, seperti pepaya, nanas, kiwi, dan wortel.

Daftar makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan bagi penyandang autis (Kusumayanti, 2011):
Dari menu tersebut dapat disusun menu keluarga yang memperhatikan aturan makanan (rotasi makanan) bagi anak autis. Manfaat rotasi makanan untuk mengamati makanan yang berbahaya bagi anak autis dengan cara melihat reaksinya setelah 3 hari pemberian makanan tersebut. Jika terlihat kemajuannya, diet diteruskan namun jika belum ada kemajuan dapat mengintrospeksi kedisiplinan dalam melaksanakan diet. Lakukan test laboratorium untuk mengetahui kadar kasein dan gluten pada darah anak serta pengecekan kembali food diary (catatan makanan) dan berkonsultasi dengan ahli gizi.

Semoga bermanfaat! 😊😊 


DAFTAR PUSTAKA
Adams, J.B.; T. Audhya; S. McDonough-Means; R.A. Rubin; D. Quig; E. Gehn; M. Loresto; J. Mitchell; S. Atwood; S. Barnhouse & W. Lee. (2011). Effect of a Vitamin/Mineral Supplement on Children and Adults with Autism. Research Article. Biomed Central.

Ambarwati, D.S.; A. Rosidi & Y. Noor SU. (2014). Gambaran Mutu Makanan Pada Penderita Autisme di Panti Asuhan Al-Rifdah Semarang. Jurnal Gizi Universitas Muhhammadiyah Semarang; 3(1).

Bernhoft, R. & Buttar, R. (2008). Autism: Multi-System Oxidative and Inflammatory Disorder. Townsend Letter.

Candless, J.Mc. (2003). Children with Starving Brains: Anak-Anak dengan Otak yang Lapar; Panduan Penanganan Medis untuk Penyandang Gangguan Spektrum Autisme, Penerjemah Siregar, F. Edisi Kedua. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

Dufault, R.; R. Schnoll; W.J. Lukiw; B. Leblanc; C. Cornett; L. Patrick; D. Wallinga; S.G. Gilbert & R. Crider. (2009). Mercury Exposure, Nutritional Deficiencies and Metabolic Disruptions May Affect Learning in Children (dalam Behavioral and Brain Functions). Research Article. BioMed Central.

Fadhli, A. (2010). Buku Pintar Kesehatan Anak. Yogyakarta: Pustaka Anggrek.

Kusumayanti, G.A.D. (2011). Pentingnya Pengaturan Makanan Bagi Anak Autis. Jurnal Ilmu Gizi; 2(1): 1-8.

Suryana, A. (2004). Therapy Autisme (Anak Berbakat dan Hiperaktif). Jakarta: Progress.

Soenardi, T. & Soetardjo. (2009). Terapi Makanan Anak dengan Gangguan Autisme. PT Penerbitan Sarana Bobo.

Zahwa, Z. & E. Warsiki (2014). Aspek Biomedik Pada Autisme Fokus Pada Diet dan Nutrisi. Jurnal Psikiatri Surabaya. Vol. 3 - No. 1 / 2014-04 TOC: 2, and page: 11-20.

2 komentar:

  1. Makasi kak atas informasinya...
    Menurut aku blog kakak memiliki content yang sangat edukatif. Karena masih jarang ditemukan orang membahas topik mengenai autisme. Sebenarnya, ada hal yang mau aku tanyakan kak.
    Anak yang menderita autisme tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung gluten maupun kasein. Namun, jika secara tidak sengaja dikonsumsi oleh anak autis, bagaimana ya kak? Apakah tetap menimbulkan dampak yang serius seperti yang sudah disebutkan oleh kakak di blog ini? Meskipun secara tidak sengaja di konsumsi dalam jumlah kecil.
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas infonya ☺, saran saja sebaiknya diberi tambahan informasi mengenai makanan apa saja yang mudah dibuwat dirumah atau makanan homemade untuk penderita autis

    BalasHapus

Nutrisi untuk Anak Autis

https://www.glutenfreegigi.com/the-gluten-free-casein-free-diet-for-autism/ Autis adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks men...